Keutamaan Konsultasi Obat di Apotek


Di Apotek sebuah rumah sakit di Surabaya ketika saya praktek kerja lapangan, seorang pasien datang dan mengeluhkan  dirinya mengalami batuk kering yang amat mengganggu pekerjaannya. Sudah dua bulan ini dia memeriksakan dirinya ke poli umum, poli jantung dan poli paru namun belum juga ditemukan apa sebabnya. Dengan sedikit rendah hati saya tanyakan apakah ia mengkonsumsi obat lain selama ini ? ia menjawab bahwa selama ini ia mengkonsumsi Tablet Captopril.

Tentu sebagai seorang apoteker saya langsung menyimpulkan (meskipun itu terlalu dini), bahwa kemungkinan terbesar penyebab batuk keringnya adalah karena mengkonsumsi tablet Captopril. Oleh karena itu saya sarankan kepadanya untuk mencoba berkonsultasi dengan dokter yang mengobatinya untuk menyampaikan keluhan yang dideritanya.

Mengapa hal ini perlu dilakukan berikut saya sampaikan beberapa alasan pentingnya anda melakukan konsultasi dengan Apoteker di Apotek:

Obat memiliki berbagai macam dosis
Dosis obat memiliki banyak sekali variasi contohnya: Tablet Amoksisilina 500 mg harus dikonsumsi 3 kali sehari minimal selama 3 –  hari sedangkah Tablet Ciprofloksasina 250 mg harus dikonsumsi 2 kali sehari selama 3-5 hari dst.  Penting dalam mengkonsumsi antibiotika untuk menyelesaikan pengobatan selama 3-5 hari agar bakteri patogen akan musnah dan tidak menyebabkan resistensi kuman. Disamping itu terdapat juga tablet Metronidazol yang harus diminum 4 tablet sekaligus, atau Tablet Pirantel yang cukup diminum 1 kali saja. Berbagai macam dosis ini perlu anda ketahui dan pahami sebelum mengkonsumsi obat agar pengobatan anda berjalan dengan baik.

Obat memiliki efek samping
Benar semua obat memiliki efek samping dan mungkin sebaiknya anda sedikit mengetahui tentang hal ini. Hal  yang perlu diingat bahwa efek samping  sebenarnya jarang sekali muncul apabila anda telah mengkonsumsi obat sesuai dengan anjuran dan dosis yang diberikan. Tidak ada obat yang tidak memiliki efek samping dan   Tidak semua efek samping akan muncul pada pemberian obat. Untuk kasus batuk kering pada pemakaian Tablet Captopril, kasus ini mungkin sangat sering dijumpai.

Obat memiliki berbagai macam interaksi
Saya bukan menakut-nakuti anda tapi memang demikianlah kenyataannya. Antara obat yang satu dan yang lain saling memberikan interaksi, baik itu yang menguntungkan atau yang merugikan. Sebagai contoh : Tablet Cimetidin jika dikombinasi dengan Tablet Diazepam maka akan terjadi peningkatan kadar Diazepam dalam tubuh yang menyebabkan efek Diazepam menjadi lebih besar, hal ini sangat merugikan karena pada beberapa pasien diazepam dapat menyebabkan kantuk dan lemas. Oleh karena itu anda perlu mengetahui bagaimana cara menghindari dan mencegah terjadinya reaksi yang tidak diinginkan tersebut.

Obat memiliki cara pakai yang berbeda-beda
Mulai dari Tablet yang harus dikunyah, dilarutkan dan langsung ditelan, semuanya memiliki cara pakai yang berbeda. Menggunakan salep mata, tetes hidung, tetes telinga juga memerlukan teknik tersendiri yang anda akan dapatkan jika berkonsultasi di apotek.  Suppositoria, anal, vaginal dan uretra juga memerlukan cara pakai yang berbeda. Anda harus memastikan semua obat yang anda konsumsi telah dikonsumsi dengan cara yang benar.

Obat bisa diganti dengan yang lebih Murah
Tidak percaya ? bisa dibuktikan sendiri, beberapa obat mungkin tidak bisa diganti karena memang tidak ada pilihan, apalagi kalau menyangkut masalah kegawatdaruratan. Namun untuk mengganti obat yang lebih murah, bisa saja petugas di Apotek menghubungi dokter dan menyampaikan bahwa tuan”x” ingin obatnya diganti karena terlalu mahal , meskipun saya tidak janji semua Apoteker berani melakukan ini tapi apa salahnya anda mencoba berkata “bisakah saya mendapatkan obat yang lebih murah?”

Apoteker adalah sahabat Anda
Mungkin anda tak percaya, tapi coba buktikan sendiri! kalau anda datang ke Apotek cobalah berkenalan dengan Apoteker. Jika dia tidak bersahabat, cari saja apotek lain karena Apotek sekarang sudah bertebaran dimana-mana.  Apoteker adalah rekan anda dan akan sangat senang jika anda mau berbagi bersama anda dan anda tidak perlu  kuatir karena pelayanan Apoteker di Indonesia belum sampai pada taraf membayar setiap konsultasi. Jadi apa salahnya anda konsultasikan obat dan penyakit anda di apotek.

Anda akan mendapat pengetahuan baru
Percayalah, Apoteker di apotek tak akan segan-segan berbagi pengalamannya dengan anda, mereka punya segudang pengalaman yang bisa membuat anda terkagum-kagum atau anda akan heran dengan kelucuan-kelucuan yang bisa diceritakan kepada anda.

Jadi sebenarnya dalam mengkonsumsi obat itu ada beberapa hal yang harus anda ketahhui karena obat itu memiiki cara guna, interaksi, efek samping dan cara pakai yang amat bervariasi. Jika anda belum pernah berkonsultasi obat di Apotek saya sarankan anda untuk mencoba berkenalan dengan rekan-rekan Apoteker yang bertugas disana, saya yakin mereka akan dengan senang hati menjadi sahabat anda untuk memberikan informasi obat.

3 thoughts on “Keutamaan Konsultasi Obat di Apotek

  1. dikota kami di gorontalo apotekernya sembunyi dibalik lemari obat,kami tidak bisa konsultasi apalagi kenalan,obat cuma diserahkan pelayan apotek yg tdk mengerti ttg obat….

  2. Ya benar sekali, karena berat badan akan mempengaruhi distribusi dan eliminasi obat yang akan dikonsumsi. Pengalaman saya ketika tetangga di depan rumah berobat ke apotik saya namun anaknya tidak sembuh, alhasil dia pergi kedokter spesialis dan mendapatkan dosis yang luar biasa besarnya.

    Kesimpulan saya adalah : Berat badan akan sangat berpengaruh pada dosis obat yang akan dikonsumsi. karena faktor Farmakokinetika obat akan memiliki parameter yang berbeda, yaitu : Distribusi,Ekskresi dan Eliminasi Obat.

  3. Jadi pengen share dikit nih, pernah ada pasien datang ke apotek sambil membawa obat flu yang dibeli beberapa hari sebelumnya. Dia bilang, “Bu, obatnya enggak manjur nih. minta yang lebih keras lagi ada enggak?”
    Saya tanya, “Anak ibu umur berapa?”
    “Tiga tahun.”
    Saya perhatikan dosinya sudah bener, terus saya tanya lagi, “Anak ibu beratnya berapa?”
    (berdasarkan tabel berat badan di ISO, anak tiga tahun beratnya berkisar antara 10 – 12 kg)
    Ibu itu menjawab sambil mengingat-ingat, “hampir 20 kilo”
    Dalam hati saya tertawa, ya pantes adza enggak ngefek, rupanya dosisnya kurang. 20 kg itu sudah mendekati anak usia 7 th keatas.
    Ya sudah akhirnya obat flunya diganti merek (supaya lega)dan saya jelaskan dosis yang benar.
    Jadi kalau mau memberikan obat untuk anak, jangan lupa tanya berat badannya. Anak sekarang gemuk-gemuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s