MENGAPA OBAT PATEN CENDERUNG MAHAL ?


Di Piala Dunia 2010 lalu Apakah anda memilih menjagokan Lionel Messi ? Apakah anda fans FC.Barcelona ? Ketika di ajang  Piala Dunia Messi meninggalkan pakaian klubnya masing-masing dan bermain tanpa sponsor, tanpa gaji besar, melupakan perbedaan, menyanyikan lagu kebangsaan negaranya; Messi  tampil polos melupakan siapa pelatih mereka di klub yang meneliti dan membesarkan nya.  Saya yakin beberapa dari anda mengaguminya sebagai anak muda  yang bertalenta tinggi : jago dalam menggoreng dan mongocek bola.  Messi adalah hasil dari produk klub Barcelona, dan dalam hal ini ada hal yang bisa kita pelajari dalam memahami obat khususnya obat paten.

Secara garis besar Obat Paten adalah obat yang dibuat dan diteliti dan dikembangkan oleh perusahaan farmasi sejak proses sintesa, hingga proses penjualan dan memiliki nama dagang atau Merek. Biasanya obat paten ini memiliki jangka waktu yang dipatenkan oleh sebuah perusahaan farmasi sebelum perusahaan lain bisa membuat obat generiknya. Sedangkan Obat Generik adalah obat yang telah melewati masa paten dari sebuah perusahaan sehingga dapat dibuat tanpa membayar royalti atau fee kepada perusahaan pengembang obat tersebut.  Terdapat dua jenis obat generik yaitu obat generik berlogo yang dijual dengan nama kandungan zat aktifnya dan Obat generik bermerek yang dijual dengan menggunakan merek.  Sebagai  contoh :  obat paten dengan merek Ciproxin® (kandungan Ciprofloxacin 500 mg)  dapat ditemukan dijual dengan bermerek dagang Tequinol, Meflosin, Phaproxin,Viflox, Baquinor,  dll. Disamping itu juga dijual dalam bentuk obat generik berlogo Ciprofloxacin OGB.

Proses awal dari pengembangan obat adalah penemuan zat yang berkhasiat tertentu.  Proses penemuan ini kemudian dikembangkan menjadi tahap penelitian yang  akan membutuhkan waktu yang lama , Para ahli akan meneliti di laboratorium selama bertahun-tahun dengan bantuan perusahaan atau pemerintah kemudian membuat dalam skala besar untuk dipasarkan kepada masyarakat, lembaga, institusi, atau pemerintah. Sebagai contoh sildenafil ditemukan dan diteliti awal tahun 80an kemudian dipasarkan tahun 1996.

Banyaknya ahli yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan juga menyebabkan biaya yang besar. Para ahli antara lain meliputi ahli farmasi, kimia ,teknik,  teknologi industri, biokimia, biologi, fisika, dan farmakologi.  Para ahli ini biasa difasilitasi oleh perusahaan obat untuk mengembangkan obat yang akan dipasarkan. Hasil-hasil penelitian obat tersebut biasa dipublikasikan dalam bentuk jurnal, karya tulis ilmiah dan di publikasikan juga pada simposium atau seminar. Beberapa zat obat kadang memiliki kode nama tertentu sebelum diberikan nama generiknya, sebagai contoh : zat X-435266 yang setelah dipasarkan ternyata mengandung Moxifloksasina.

Disamping itu Penelitian obat paten memerlukan uji klinis kepada pasien.Uji klinis ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan indikasi kepada pasien. Sebagai contoh Perusahaan Sanofi Aventis meneliti tablet Ramipril dan melaksanakan studi dan penelitian  kepada 10.000 pasien selama 5 tahun, sehingga tujuan pengobatan obat ini bisa ditentukan dengan spesifik persentasi kesembuhannya. Banyaknya pasien dalam fase uji klinis ini tentu banyak pula tenaga ahli yang mengawasi dan  mengevaluasi hasil penelitian obat tersebut. Disamping waktu yang diperlukan tentu membuat biaya operasional perusahaan terus membumbung tinggi.

Pembuatan bahan baku dalam jumlah besar dapat juga memerlukan investasi yang tidak sedikit, jika perusahaan farmasi tersebut akan membuat bahan baku sendiri maka biaya pengembangannya akan dibebankan kepada harga obat tersebut. Namun terdapat  juga perusahaan farmasi yang membeli bahan bakunya dari perusahaan lainnya.Sebagai contoh Pabrik bahan baku memproduksi bahan bakunya di Singapura, kemudian mengemas produk bahan bakunya di Indonesia.

Marketing yang melibatkan:  promosi, pendistribusian, penyimpanan dan penjualan   yang dibebankan kepada pasien juga  menyebabkan biaya pengobatan meningkat. Perusahaan harus menjelaskan kepada para ahli kedokteran dan kefarmasian dalam bentuk simposium atau seminar. Dalam Proses pelaksanaan seminar ilmiah ini perusahaan membeberkan hasil penelitian dan pengembangannya kepada para ahli kedokteran, dokter, farmasi dari berbagai institusi sehingga informasi yang benar dapat diterima dengan baik. Namun tidak menutup kemungkinan perusahaan juga menerbitkan jurnal yang diberikan langsung kepada para tenaga kesehatan. Pendistribusian, penyimpanan  dan penjualan yang melibatkan distributor dan  apotik juga memberikan dampak harga obat meningkat.

Oleh karena itu Penelitian dan pengembangan obat memerlukan waktu dan biaya yang besar dan memerlukan banyak peneliti dan pasien yang terlibat dalam pengembangannya. Terdapat biaya pembuatan, pengembangan, pendistribusian, penjualan yang menyebabkan harga obat meningkat.

Jika anda masih bingung dengan obat paten, bandingkanlah Lionel Messi dengan Barcelona : ditemukan ketika masih muda di Argentina oleh pemandu bakat barcelona, kemudian dilatih dan dikembangkan bakatnya di sekolah sepakbola barcelona. Melalui serangkaian uji coba ia membuktikan bahwa ia layak untuk menjadi pemain utama. Pep Guardiola Pelatihnya memadukannya dengan pemain senior dan menjadikan Barcelona meraih tiga gelar bergengsi Eropa . Kemudian obat Generik:  Bandingkanlah Messi ketika membela Argentina ;  isi sama merek berbeda.  Nah….jika anda bertanya mana yang lebih bagus Messi di Barcelona atau di Argentina ? jawab saya sebagai apoteker  ia tetap saja Lionel Messi. Karena obat generik dan paten isinya sama.

5 thoughts on “MENGAPA OBAT PATEN CENDERUNG MAHAL ?

  1. permisalan anda justru menimbulkan tanda tanya…bukankah org yg sama dgn fasilitas yg berbeda membuat hasil yg berbeda pula ?lionel messi ialah lionel messi tp di barcelona dia bersinar tapi tdk ketika membela argentina🙂

    • Oh ya Pak ? Maklum pak namanya juga analogi, jika berkenan di hati bapak silahkan jika tidak nggak papa kok.🙂

      Saya baru ingat : Ketika saya buat tulisan ini sebelum piala dunia Pak, jadi waktu itu memang belum diketahui jika Messi tidak bersinar

  2. Mhon info nya,Sy yustin apotkr..sy pernh dngar bhwa bhan baku yg dipake dlm pembuatan obt generik dan paten jg brbeda.misal kalo obt generik yg murah kebnykan bhan bku dr india,sdngkn obt paten bhan bkunya memang kualitas terbaik conth dr amerika..apkah it benar?seandnya benar berart kemungknan obt paten lbh bgus dr obt generik it ad krn bhan yg di gunakan beda kualitas meskpn sm bhan nya.

    • Biasanya dalam pembuatan obat di dunia farmasi tetap mengacu kepada standar yang tercantum di Farmakope Indonesia, Namun tidak jarang perusahaan membuat spesifikasi yang lebih ketat dibandingkan dengan spesifikasi Farmakope Indonesia. Standar bahan baku yang digunakan dalam industri farmasi tersebut tentunya Pharmaceutical Grade.

      Mengenai murah tidaknya bahan baku berpengaruh kepada kualitas ? saya tidak bisa menjawab tanpa mendapatkan data hasil analisis sampel bahan baku dari masing-masing pabrik pembuat bahan baku.

  3. Sy yustin apotkr..sy pernh dngar bhwa bhan baku yg dipake dlm pembuatan obt generik dan paten jg brbeda.misal kalo obt generik yg murah kebnykan bhan bku dr india,sdngkn obt paten bhan bkunya memang kualitas terbaik conth dr amerika..apkah it benar?seandn berkata:

    Mhon info nya,makash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s