Ambisi Lion


Naik Airbus A330-200 dari Bandara Sydney Kingsford, di Australia menuju Jakarta. Maskapai plat merah Indonesia, tiketnya mahal, pramugarinya ramah membantu menunjukkan tempat duduk,  kabin pesawat sejuk, sayup-sayup terdengar suara di pengeras suara, Ada suara “Bismillahirohmanirrahim,” Lalu suara itu melanjutkan  “Selamat siang bapak dan ibu yang terhormat. Kapten anda berbicara, selamat datang di maskapai kami, “ Dia menjelaskan detil penerbangan. “Pesawat  ini akan terbang selama sepuluh jam,ketinggian 40 ribu kaki,  ada goncangan kecil, dan perkiraan cuaca di Jakarta, alhamdulillah dilaporkan cerah. Terimakasih atas pilihan anda terbang bersama kami. Selamat terbang.

Itu bukan di atas kabin Lion Air, low Cost Carrier, maskapai biaya-rendah, yang menguasai 60 % langit Indonesia menjadi berita utama tentang pesawatnya yang jatuh: 29 Oktober 2018 Boeing 737 MAX 8, yang berumur 2 bulan, registrasi PK-LQP, penerbangan JT610 Jakarta-Pangkalpinang jatuh di lautan Tanjung Karawang ada 189 penumpang dalam pesawat tersebut. ke-30 kali kecelakaan yang menimpa perusahaan penerbangan yang didirikan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden : Rusdi Kirana, duta besar untuk Malaysia. Wawancara majalah Angkasa tahun 2013 dia berkata “Saya membuat di Indonesia orang bisa bepergian dengan murah, kalau dianggap saya tak punya nurani, dari mana mereka bisa bepergian sekarang dari Kota A ke Kota B, tujuan apa pun dengan harga tiket terjangkau?”

Lepas dari kontroversi, Lion memang fenomenal : di Indonesia awalnya terbang itu mahal, mewah dan hanya milik kaum borjuis. Sementara rakyat jelata hanya bisa naik kapal laut dan bis. Hal itu yang ditangkap oleh Rusdi Kirana sebagai  peluang dan pangsa pasar. Lion adalah solusinya : tiket pesawat murah,  tak ada pelayanan plus untuk jarak dekat di Indonesia. Senyum pramugari, makan, minum semuanya diminimalisir, bahkan kalau perlu dijual. Mau enak ? ya bayar lebih! itu materi kuliah Lion Air, sosialisasi mereka mereka menciptakan lapangan kerja dan meraup untung, menghubungkan keluarga, pekerjaan dan bisnis antar pulau di Indonesia. Jaringan penerbangannya menggurita ke airport kelas 2 lewat penerbangan rutin dan murah melalui pesawat ATR72-600 milik Wings Air, anak perusahaan Lion Air nyaris membuat penumpang tak punya pilihan lain. Kata Rusdi, kita memang tak punya pilihan.

Lawannya ada Air Asia yang dipimpin Tony Fernandez, juga menggurita di Asia Tenggara, dibeli murah, maskapai asal Malaysia ini berkembang hingga masuk ke India, China, di Indonesia sepertinya dia tak pernah salah, sampai akhirnya pesawat QZ8501 Surabaya-Singapura meledak di langit laut Jawa. Saat Indonesia kembali jadi berita dan pesawatnya jatuh, Tony terbang ke Surabaya, dia bertemu dengan seluruh keluarga korban dan menjawab satu persatu pertanyaan wartawan. Dia memang terbuka dan mungkin suka publikasi. Sementara Kirana mantan sales mesin tik ini, lebih tertutup dan misterius, dia hanya mengucapkan bela sungkawa kepada korban.

Namun itu tak menutup rivalitas mereka, Tony Fernandez berkata “Kita akan menjadi kompetitif, saya akan menjadi mimpi buruk bagi Lion Air di Indonesia.  Sementara Rusdi Kirana berkata “Tony selalu mengira ia penyedia layanan penerbangan murah terbesar, tapi saya katakan itu tidak benar. Ketika mereka menangguhkan pembelian pesawat. Kami malah membeli banyak.” Sepertinya itu genderang perang. Malindo Air, masuk ke Malaysia, perang harga berlanjut dan persaingan kedua maskapai ini semakin intens.  Tapi pertumbuhan pilot tidak sebanding, bandara, bahkan mungkin tempat parkir dan perawatan tidak cukup. Produsen Boeing berkata 20 tahun kedepan dibutuhkan 200.000 pilot di Asia-Pasifik. Ini dipimpin oleh pembelian pesawat oleh maskapai biaya-rendah seperti Air Asia, Lion Air hingga jumlah pesawat semakin banyak di kawasan ini.

Sepertinya, langit Asia Tenggara adalah ajang persaingan ambisius yang dulu diperebutkan Raja-raja di Pulau Jawa. Data antara tahun 2009 sampai 2014 penumpang pesawat di Indonesia memang meningkat dari 27.421.235 juta menjadi 94.504.086. Langit indonesia jadi padat, jumlah pesawat bertambah, tapi prestasi itu dihantui masa lalu saat tahun 2007-2016 Amerika dan Uni Eropa melarang semua penerbangan Indonesia di langitnya. 9 Juli Tahun 2016, investigasi Al-Jazeera 101 East, berjudul “How Safe are Asia’s Airlines” mengungkap fakta mengejutkan. Salah satunya ditemukan calon pilot asal Indonesia yang gagal dalam ujian simulator di Australia, konon setelah pulang ke Indonesia mereka justru diluluskan. Marsekal Purn.Chappy Hakim menjelaskan itu disebabkan karena gaji pegawai Departemen Perhubungan yang kecil dan kemungkinan adanya suap di institusi tersebut. Dalam investigasi itu terkuak juga seorang pilot senior asing yang menolak terbang dengan semua maskapai di Indonesia, kecuali kepepet!

Lion Air tetap terbang, bahkan sejak Boeing 737 MAX 8 tersebut dinyatakan hilang, pemerintah tidak tertarik untuk mendaratkan seluruh pesawat 737 MAX 8  : 1 milik Garuda Indonesia  dan 10 Lion Air. Bandingkan dengan pemerintah Australia mungkin lebih peduli kepada nyawa warganya, mereka membuat pernyataan agar “pejabat pemerintah dan kontraktor Australia tidak terbang menggunakan maskapai Lion Air sampai ada data investigasi JT610.” Di Indonesia Kemenhub memberi perintah “pemeriksaan menyeluruh” lalu laporan terakhir menemukan tak ada masalah, padahal penyelidikan KNKT belum selesai, rasanya itu kurang cocok menyikapi gawai pesawat baru. Kemenhub dapat tegas, mengingat sudah dua kali pada tahun 2018 Lion mengalami kecelakaan, silahkan hentikan 10 pesawat Boeing 737 MAX 8 yang masih terbang, parkir dan karantina pesawat tersebut di Apron Bandara Halim Perdana Kusuma, berikan pengamanan maksimal, tak boleh ada yang menyentuh sampai penyelidikan KNKT selesai selesai. Sekali lagi,…itu tidak harus.

Tapi tekanan mungkin sudah terasa hingga Kementerian Perhubungan mencopot Direktur Teknik Lion Air – Muhammad Asif. Padahal Direktur itu “mungkin” hanya puncak gunung es saja, seperti hipertensi. Masih banyak hal yang kini sudah terlampau kronis setelah 30 kali insiden, mencopot Direktur Teknik seperti memberi tablet Captopril atau Amlodipine tanpa memeriksa secara menyeluruh apa organ yang terganggu, tekanan darah memang turun tapi masalah pokoknya mengambang. Apakah alergi, ginjal, paru, jantung, lambung, syaraf, endokrin, pankreas, kadar asam urat, kadar kolesterol total, LDL, HDL ?

Kenyataannya masih ada budaya kerja di lingkungan Lion air, terlambat/delay yang banyak mendapat sorotan. Tak bisa ditutupi ada juga faktor infrastruktur dan sumber daya manusia yang masih belum seimbang dengaan kebutuhan yang meningkat tajam. Ada riwayat Rusdi Kirana yang mengatakan  “Airlines saya adalah terburuk di dunia, tapi anda tidak punya pilihan.” Ada Edward Sirait yang menanggapi bahwa pesawat memang sebelumnya punya kendala saat terbang dari Denpasar ke Jakarta “malam itu langsung dilakukan pemeriksaan dan langsung dilakukan perbaikan sesuai dengan petunjuk pabrik pesawat.” Investigasi belum selesai. Ada gaji Pilot Asing Lion Air Rp.3,7 Juta yang dilaporkan ke BPJS kelak dibantah menjadi US$ 9000. Ditemukan penumpang yang namanya tidak ada di manifes pesawat.

Seharusnya, Lion Air bercermin, refleksi 30 kali insiden sangat menyesakkan. Ambisi Rusdi Kirana, visi Edward Sirait dan  misi orang-orang orang hebat dibalik Lion Air memang membesarkan nama bangsa, bercita-cita luhur, membangun ekonomi, menjembatani negara kepulauan Bhinneka Tunggal Ika tapi, maaf,  berapa korban yang telah jatuh ? membantu bangsa ini ? ingat, ketika AS membantu rakyat Irak menggulingkan tiran Saddam Hussein tahun 2004 : mereka menyerang Fallujah, kota Masjid yang ikonik di Irak, dikenal dengan 9/11 Arab : ratusan warga sipil tewas dan 200.000 warga kehilangan tempat tinggal. Tahun berikutnya 24.000 warga sipil tewas dan 70.000 terluka, Alih-alih membawa perdamaian ke wilayah tersebut, pendudukan AS justru menginspirasi pemberontakan warga Irak dan mujahidin dari Arab Saudi, Suriah dan Yordania.

Dulu, Jean Jacques Rosseau juga membantu ide “agama sipil”, di Revolusi Perancis yang berdasar pada keyakinan pada Tuhan dan akhirat, kontrak sosial dan larangan intoleransi. Perayaannya akan menciptakan ikatan sakral antara sesama partisipan. Katanya “Biarkan penonton menjadi hiburan untuk diri mereka sendiri, menjadi aktor sendiri sehingga setiap orang melihat dan mencintai dirinya sendiri dalam orang lain sehingga semua menyatu dengan baik.” Tapi ide kasih sayang Rosseau tidak meluas ke orang-orang. Sebulan setelah perayaan persatuan dan ketakterpisahan republik, rangkaian teror dimulai ketika Maximilien de Robespierre menunjuk pengadilan untuk mencari pengkhianat.  Raja dan Ratu Perancis, anggota keluarga, bangsawan dieksekusi. Celakanya, juga ahli kimia Antoine Lavoisier yang yang telah bekerja sepanjang hidup profesionalnya membantu kondisi di penjara Prancis dan Rumah Sakit : mewakili kaum aristokrat kepalanya dipenggal di Guillotine. Pembersihan revolusi Perancis oleh Ide Rosseau berakhir, sekitar 17.000 pria, wanita dan anak-anak telah dipenggal dan dua kali lebih banyak tewas di penjara karena wabah atau dibantai preman lokal.

Membantu bangsa ini, “berkat Lion kita bisa bepergian…..” kata Rusdi Kirana. Semboyan perusahaannya We Make People Fly tapi 30 Insiden terjadi, korban telah berjatuhan. Seperti bantuan serdadu Amerika di Irak, Ide tentang Revolusi Perancis, semua niat baik itu makan korban. Lion tak goyah, seperti ikon singa menjaga pundi-pundi harta. Langit kita tetap  terbang pesawat bercat putih,  Lion Air, maskapai biaya-murah, no service, kadang terlambat-kadang tepat waktu, pramugarinya cantik, sayang kadang kurang ramah, makan/minumnya dijual diatas kabin. Tanggal 29 oktober 2018, Air mata ibu pertiwi menetes, sedih ketika bangsa ini harus mati bukan melawan kolonialisme atau neokolonialisme, tapi bisa jadi karena  visi dan ambisi untuk menguasai langit Asia Tenggara.

Iklan

Hoaks Saudi – Kashoggi


Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), putera mahkota kerajaan Arab Saudi berkata bahwa “kita akan kembali pada apa yang kami ikuti, Islam moderat yang terbuka untuk dunia dan seluruh agama.” Awalnya pengemudi wanita dilarang di Saudi, kini di perbolehkan. Dia menangkap 20 orang pangeran, ditahan di hotel mewah dan meminta aset dan loyalitas mereka. Muda dan Kharismatik, dia menggunakan media sosial untuk berswafoto dengan penduduk Saudi.

Dia dikritik oleh Jamal Kashoggi, salah satu keponakan Adnan Kashoggi, seorang jurnalis yang mengkritik pemerintah Arab Saudi khususnya Putra Mahkota Muhammad Bin Salman. Jamal adalah kolumnis dan mantan manajer umum Al-Arab News Channel. Ia mengkritik :  “Orang Arab hidup di negara yang tidak ada informasi atau misinformasi. Terhadap hal tersebut mereka tidak punya akses memadai, dan hanya sedikit ruang publik. Satu hal yang memberi efek kepada kehidupan sehari-harinya. Narasi/berita yang diatur negara merasuk publik, meski banyak yang tidak percaya, mayoritas penduduk tetap jadi korban narasi palsu, sayangnya situasi ini tidak mungkin berubah” tulis Jamal Kashoggi di kolom terakhirnya di Washington Pos, 17 Oktober 2018.

Menurutnya: “Dunia Arab penuh harap selama musim semi tahun 2011, jurnalis, akademisi, dan masyarakat umum dipenuhi bayangan masyarakat arab yang cerah, terbuka. Mereka berharap dibebaskan dari hegemoni pemerintah, intervensi yang konsisten dan informasi yang disensor,—Ekspektasi ini dengan cepat hancur, masyarakat jatuh kembali ke zaman status quo atau bahkan kondisi yang lebih keras dari sebelumnya.” Jamal pergi ke Amerika, menurutnya kebebasan berpendapat di era Putra Mahkota Muhammad bin Salman turun,   dan konon dia takut atas keamanan dirinya.

Kakek Jamal Kashoggi bernama Muhammad Kashoggi (Turki : Kasikci) (1889-1978) adalah seorang dokter yang menikahi wanita Arab Saudi, membuka klinik di Mekkah, ia lalu pindah ke Riyadh bekerja Kementerian Kesehatan Saudi Arabia,  ia ditunjuk menjadi dokter pribadi Raja Abdul Aziz. Pada tahun 1935 Lahir putranya kelak menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Namanya : Adnan Kashoggi, itu adalah awal mula klan Kashoggi mendunia. Adnan adalah seorang pedagang senjata, terlibat dalam konflik Iran di teluk Persia, dia kerap mengadakan pesta mahal di kapal pesiar mewah miliknya, sambil melaksanakan transaksi bisnis di perairan internasional.

Saat tampil di Televisi Al-Jazeera “Upfront” di bulan Maret, Jamal Kashoggi berkata  “Saat saya berbicara ini, ada banyak intelektual Saudi dan jurnalis yang ditahan, tidak ada yang berani berbicara, mengkritik reformasi yang dimulai oleh Putra mahkota,” Jamal juga menyampaikan alasan dia meninggalkan Saudi “Saya tidak mau ditahan di lingkungan yang tidak kondusif untuk jurnalis sejak Muhammad bin Salman, mengambil alih kekuasaan.” Jamal Kashoggi tinggal dalam pengasingan, di  Virginia,  Amerika Serikat hampir setahun lalu, dia rutin menulis kolom opini di Washington Post. Dia sempat berjumpa Osama Bin Laden pada tahun 1980, bekerja  di media Saudi, Al-Watan, lalu sebagai penasehat Duta besar Arab Saudi  di London, Pangeran Turki Al-Faisal, “mantan kepala intelijen Saudi” disana, Kashoggi bekerja sebagai kolumnis dan komentator.

Tanggal 2 oktober 2018, pukul 13:00 dia masuk ke dalam kedutaan Saudi dan tak pernah keluar di Kota Istanbul, Turki. Tunangannya, Halice Cengiz menunggu di depan kantor kedutaan ia melapor kepada pihak berwajib bahwa Jamal tidak pernah keluar dari kedutaan Saudi. Tanggal 3 Oktober 2018, Presiden Erdogan meminta penyelidikan lengkap, Presiden Trump dari Amerika juga demikian, Donald ingat dulu dia dekat dekan kakeknya Adnan Kashoggi, tempat ia membeli yacht super mewah. Tekanan semakin keras kepada Kerajaan Saudi ketika Polisi Turki punya data : sehari sebelumnya 15 orang warga Saudi tiba dengan jet pribadi di Istanbul.

Spekulasi menyebar, konon Jamal mengaktifkan jam tangan Apple yang terhubung ke Iphone miliknya. Ada rekaman Jamal disiksa oleh sekelompok orang di dalam gedung kedutaan Saudi tersebut. Tapi,  Arab Saudi masih juga mengklaim bahwa Kashoggi sudah keluar. Erdogan meminta bukti lalu mendesak Saudi membeberkan tampilan CCTV. Desakan itu berbuntut kerjasama penyelidikan yang mengarah  pembunuhan dan penghilangan barang bukti .

Bagi penulis barat dan orang di Eropa, Kerajaan Arab Saudi adalah salah satu sekutu Amerika, menganut bentuk islam yang dikembangkan oleh pembaharu Muhammad bin Abdul Wahab. Gerakan Wahabi, yang menyerukan kembali ke Islam murni yang menolak Syiah, Tasawuf, Fasafah dan Yurisprudensi (Fikih). Bahkan dalam sisi ekstrem menolak Ijtihad Ulama. Pihak barat mengenal dengan Wahabisme, satu hal yang bisa dikatakan berkembang lebih jauh dengan dengan Salafisme. Kerajaan Arab Saudi dibangun dari bergabungnya gerakan Wahabi dan Rumah Saud, gerakan itu dipimpin oleh dua orang  Muhammad bin Abdul Wahab dan Muhammad bin Saud. Tahun 1818 Mereka berkolaborasi membentuk negara Saudi, –meski sempat  gagal , pada tahun 1902 gerakan tersebut dibangkitkan lagi oleh Muhammad bin Abdul Aziz. Akhirnya pada tahun 1932 Kerajaan Saudi Arabia dilahirkan hingga saat ini.

Pada pertengahan awal abad ke-18 itu terjadi perjanjian antara Muhammad bin Abdul Wahab dan Muhammad bin saud, berbunyi bahwa Muhammad bin Abdul Wahab menjadi imam untuk sisi religius, dan Muhammad bin Saud menjadi Imam di Komunitas Islam. Gerakan Wahabi adalah gerakan reformasi sunni,yang dipengaruhi Mahzab Hambali. Mengikuti  Al-Quran dan Sunnah, pelajaran dari Salafus Salih dari para pendahulu islam,  menolak pemikiran ulama islam setelahnya dan atau kelompok yang disebut Bid’ah, termasuk menolak pengkultusan ulama dan sufisme. Wahabi mencoba untuk melindungi Islam, dengan cara memurnikan Islam ke bentuk asal. Namun secara otomatis Syiah adalah oposisi untuk mereka. Berlandaskan gerakan pendahulu/salaf sebagai model, gerakan Wahabisme ini cenderung keras dan kaku.

Didukung dana petrodolar ketika embargo minyak yang dilakukan oleh negara-negara teluk selama perang Oktober 1973  yang melambungkan harga minyak. Saudi terganggu oleh revolusi Syiah di Iran, yang mengancam kepemimpinan dalam dunia Islam. Saudi mengintensifkan upaya mereka untuk melawan Iran dan menjadi sekutu utama Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Syah Iran, Muhammad Reza Pahlevi, dan cadangan minyaknya memang dekat dengan Amerika Serikat. Di Iran, 8 Januari 1978, surat kabar resmi Ettelaat menerbitkan serangan kepada Khomeini. Keesokan harinya 4000 mahasiswa tak bersenjata di Qum menuntut dihidupkan kembali konstitusi 1906, tuntutan mereka kebebasan bicara, pembebasan tahanan politik dan pengembalian Khomeini. Kemerdekaan, kebebasan berpendapat dan aturan konstitusional yang secara konsisten telah dicabut dari mereka. 70 Mahasiswa tewas, rezim Syah, dianggap bersalah. Saat itu pukul enam pagi 8 September 1978 diberlakukan darurat militer tapi 20.000 orang demonstran berkumpul di lapangan Jaleh tidak mengetahuinya tentara melepaskan tembakan lalu 900 orang tewas. BBC melaporkan dalam beberapa hari saja 700 orang tewas oleh tentara dan polisi Iran. Kelompok Marxis, Liberalis, Sekularis yang menentang Syah,–banyak di dalam penjara politik. Menggabungkan kekuatan dengan revolusi agama.

Revolusi berakhir 1 Februari 1979 Syah Iran dan keluarganya terbang ke Mesir. Khomeini kembali ke Teheran. Bagi banyak muslim baik Sunni atau Syiah ini seperti pembalikan keadaan yang bercahaya, saat ia berjalan di Teheran orang banyak menyambutnya seolah-olah ia Imam yang tersembunyi .

Tapi sepertinya Arab Saudi dan Iran selalu berhadapan, sunni dan syiah. Sejak 1806 gerakan awal Muhammad bin Abdul Wahab yang terinspirasi Ibnu Taimiyah mengawali perusakan kubah dan mausoleum di Al-Baqi, yang diperbaiki oleh Sultan Ottoman hanya untuk hancur sekali lagi saat Raja Abdul Azis merobohkannya pada tahun 1925 oleh pasukan religius Arab Saudi yang bernama Ikhwan. Kedua kelompok Sunni dan Syiah diluar Arab Saudi memprotes perusakan tersebut, toh pemerintah Arab Saudi tak mempedulikan yang mengawali gejolak di Iran yang menyebabkan penduduk Iran dilarang berhaji di Tahun 1927.

Lalu tahun 1981 bentrokan terjadi antara jamaah Iran dan keamanan Saudi. Diikuti pada tanggal 31 Juli 1987 jamaah haji Iran  melakukan demonstrasi di Mekkah memprotes kebijakan Israel-Amerika,  lebih dari dari 400 orang tewas, separuhnya jamaah Haji Iran, dan kekerasan sepertinya tak ingin berhenti.

Jamal Kashoggi mengkritik, lugu mungkin nekat, ada di kubu oposisi, melawan kerajaan Saudi Arabia yang punya riwayat keras menentang para penghadang, dua bendera di kerajaan Saudi itu melambangkan dua kekuatan, Muhammad bin Abdul Wahab dan Muhammad bin Saud, yang berkolaborasi membentuk sebuah negara, dengan nama Saudi Arabia.  Seperti yang dikatakan Abraham Lincoln mengenai kritik “Janganlah mengkritik mereka, mereka hanyalah apa yang akan kita alami dalam situasi yang sama.” Sepertinya kritik adalah sebagian pelampias nafsu sementara kita lebih perlu solusi.

Lalu, bukti suara dan video terkait pembunuhan Kashoggi, dia di interogasi, disiksa, dibunuh dan konon dimutilasi.  Tanggal 15 Oktober 2018 Turki akhirnya diperbolehkan melakukan penyelidikan di dalam gedung konsulat pada senin malam. Presiden Trump telah mengutus menteri luar negeri AS , Mike Pompeo, menemui Raja Salman yang menyampaikan bantahan. Toh, Raja Salman melakukan sambungan telepon dan berbincang dengan Erdogan untuk pertama kalinya, yang memerintahkan penyelidikan internal.

Akhirnya, pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa jurnalis Jamal Kashoggi telah meninggal di dalam kantor konsulat di Istanbul Turki. 18 orang ditangkap dengan alasan perkelahian/adu mulut dengan Jamal Kashoggi. Pihak kerajaan menyatakan telah memecat dua pejabat yang terlibat, pengakuan ini disampaikan setelah penyangkalan dari pemerintah Saudi dua pekan terakhir.

Hoaks tentang Kashoggi jadi berita utama media milenial dan kita–yang perlu belajar dari Charles Dawson : seorang palaentologis amatir dan kolektor barang antik, ketika dia berbohong bahwa fosil temuannya “Manusia Piltdown”(Eoanthropous dawsoni) “katanya” adalah fosil tautan hilang antara monyet-manusia, seperti kata Darwin– Butuh waktu empat puluh tahun untuk membongkar hoaks Dawson, ternyata  tengkorak Piltdown adalah tengkorak manusia zaman pertengahan dan rahangnya adalah tengkorak orangutan dari Kalimantan, giginya adalah Simpanse, hanya karena popularitas Dawson mengarang hoaks dan secara tak langsung mengaku bahwa nenek moyangnya adalah si monyet itu. Dawson mengorbankan harga diri dan mengarang hoaks untuk mendukung teori Darwin, tapi akhirnya terbongkar juga.

Penyangkalan, hoaks, di kedutaan Arab Saudi ditakdirkan gagal yang membuka lembaran baru. Ternyata ada pihak mengatur pembunuhan Kashoggi. Mereka terlihat amatir, terburu-buru,kasar, keji, kejam dan blunder ! Seorang pria/agen peniru Jamal yang keluar dari kedutaan terlihat menggunakan sepatu berbeda. Tim yang terdiri dari 15 orang, bergerak atas perintah penasihat MBS bidang komunikasi yaitu Saud Al-Qahtani  konon yang memerintah lewat Skype, mayat Kashoggi ditanam dalam sebuah lubang dikebun kediaman Konsul Jenderal Istanbul Turki, wajahnya dirusak, opini, tatapan mata tertuju kepada Kerajaan Arab Saudi yang mungkin sebenarnya tahu, sengaja atau tidak sengaja telah menyebar hoaks tentang jurnalis Jamal Kashoggi, bahwa dia sudah keluar dari dalam kedutaan Saudi di Istanbul.

Waktu Untuk Khabib


Khabib Nurmagomedov, punya metodologi; tarekat ketika bertarung di gelanggang oktagon, dia menggabungkan bela diri gulat, sambo, tinju dan “didikan militer ayahnya”. Tetap saja tak ada yang tahu apa yang dia dzikirkan/ingat ketika membantai lawan : si beruang lawannya di usia sembilan tahun, atau ingat mulut besar Gregor. Itu terjadi pada pertarungan bela diri campuran UFC ke 229 tanggal 6 Oktober 2018 ketika Khabib the Eagle, seorang petarung generik, Nurmagomedov yang berasal dari Dagestan, Rusia memporak-porandakan fisik dan intelektual Mc.”The Notorious” Gregor, anak emas UFC, pemain dengan pay per view terbesar itu akhirnya dicekik Khabib di panggung oktagon UFC ke 229.

Sepertinya itu jawaban dari pertanyaan Khabib, “Saya tidak tahu apa yang akan menyelamatkan dia, segelas wiski ?” itu kalimat Khabib ketika koferensi press dilangsungkan. Di akhir pertandingan Khabib membabi-buta menyerang penonton dan pihak ofisial Mc.Gregor, dia diberi sanksi tak boleh bertanding dan uang hadiahnya ditahan. Malam setelah tanding Khabib menjelaskan bahwa pihak lawan bertindak kelewat batas : menghina agama, ayah dan negaranya. Banyak yang simpati pada Khabib tentu diantara ribuan yang benci.

Sepertinya itu bakal jadi antiklimaks, tapi Presiden Putin tetap mengundang Khabib untuk menemuinya. Presiden Putin pasti tahu bahwa kuota Haji di negara Rusia, 65-70 % dipenuhi oleh masyarakat dari Dagestan dan ada hubungan psikologis antara Dagestan dan Chechnya. Di pertemuan itu dengan santun dia berkata pada Khabib “bahwa sportivitas harus dijunjung tinggi” dan secara metafora menyindir negara Chechnya yang melepaskan diri karena tidak taat aturan.

Tapi Khabib berasal dari dataran Kaukasia, di Dagestan disana Tarekat Naqsyabandiah berkembang. negara tetangganya Chechnya, berkembang Tarekat Qadiriyyah.

Di Dagestan transisi kekuasaan dari Tsar ke Republik Sosialis tidak mengubah status islam. Bahkan modernisasi Uni Soviet ala Revolusi Bolshevik tidak mampu mengalahkan pengaruh agama Islam,pada anak cucu para pengamal Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah tersebut.

Budaya Dagestan sendiri ada dibawah payung Islam. Disana pada pertengahan abad ke-15 Syeikh Sufi menjadi sangat berpengaruh, mereka aktif secara politik dan kewenangannya nyaris mirip pemimpin daerah. Tidak terkecuali Tarekat Naqsyabandiyah, dari Asia Tengah menyebar ke seluruh dunia islam, melewati beberapa transformasi di India oleh Syaikh Akhmad Sirhindi Al-Faruqi (1564-1624) yang disebut mujaddid, (Sang Pembaharu), yang mendirikan cabang Naqsyabandiyah-Mujaddidiyya,untuk memurnikan ajaran Tuhan dan memurnikan Tarekat dari aspek dan praktek non islam dengan cara mengikuti Syariah dan Sunnah.

Dari India menyebar ke Timur tengah dan timur laut-Kaukasia, saat itu Syaikh dari Dinasti Ottoman Diya –Al-Din Khalid Al-Shahrazuri (1779-1827) membentuk sub sekte yang dikenal dengan nama Naqsyabandiyah-Mujadiddiyah Khalildiyah atau Naqsyabandiyah-Khalidiyah saja.

Syaikh Khalid, memandang Syariah islam dari sudut pandang hukum. Beliau berpendapat bahwa syariah adalah konstituen utama yang jadi bagian Masyarakat muslim, dan dasar mutlak agar merdeka dari aturan para orang kafir. Pandangan ini akan terlihat dari aktivitas ke tiga imam – Ghazi Muhammad, Hamzat Bek dan Shamil dan hubungannya dengan Muridisme di Dagestan.

Pada abad ke 18-19 itulah Tarekat Naqsyabandiyah tumbuh berbarengan perang melawan Kekaisaran Tsar, di lereng, di lembah sejuk dan hijau tempat para sufi berdzikir. Saat itu Dagestan dipimpin oleh seorang Imam, –meski saat itu ada Khalifah Ottoman di Istanbul, Syaikh Shamil, Imam ke-3 di Dagestan dan Chechnya, beliau membentuk ibukota keagamaan islam menggunakan sebuah sistem pemerintahan komunitas sufi diatas dasar kepatuhan antara Murid kepada Guru/Mursyid yaitu Muridisme/ Imamat yang sebagian diisi oleh para pengamal Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah, saat itu Syaikh Samil konon adalah khalifah : murid Syaikh Jamaluddin Ghazi-Kumukhi.

Tentara Rusia yang berperang di Dagestan itu melaporkan perlawanan perang oleh para Ghazawat yang dikenal sebagai pasukan jihad, pihak Rusia memahami gerakan itu adalah Muridisme, bahwa ada perbedaan antara Muridisme dan Tarekat meski sampai saat ini ditemukan dua pihak yang berseberangan berpendapat : (1) Mereka yang berpendapat bahwa Muridisme berbeda dengan Tarekat Naqsyabandiah, alasannya karena Tarekat tersebut lebih fokus kepada asketisme pendekatan diri pada Tuhan. Dan (2) Pendapat yang mengatakan bahwa Muridisme sebenarnya adalah Tarekat Naqsyabandiah karena isinya adalah pengamal Tarekat tersebut.

Muridisme yang dipimpin oleh Syaikh Shamil runtuh pada tahun 1859, dikalahkan dalam perang melawan tentara Tsar. Meski demikian Muridisme ini tak serta merta luntur, pada tahun 1877 pemberontakan berdarah terjadi di Dagestan yang membuat pemerintahan Tsar untuk membuat kebijakan religius. Hasilnya para sufi dari Tarekat Naqsyabandiyah tetap mempertahankan pengaruhnya; masjid, maktab dan madrasah dibangun disana dalam sebuah sistem pendidikan islam. Suasana keislaman itu masih tampak sampai saat ini.

Tahun 2018, di Dagestan, ribuan pemuda berlomba untuk menjadi pegulat terkenal, idola mereka Buvair Saitiev dan Mavlet Batirov adalah atlet pemenang medali emas olimpiade — Menurut Arsen Saitiev kepala sekolah di Makachkala (dibaca; Mukuckula) “Mereka yang berprestasi di olahraga tidak memerlukan pengakuan kepada siapa saja, dan tidak akan berlaku negatif”—Gulat juga mencegah anak muda pergi ke hutan “tempat mereka bergabung dengan gerakan Islam bawah tanah. Tulis oleh Sergey Ponomarev, di New York times tanggal 18 Maret 2018. Para pemuda di Kaukasia itu sepertinya sedang mempertahankan Sunnah Nabi Muhammad yang oleh para orientalis disebut warisan nenek moyang Dagestan : jadi pegulat.

Lalu pada akhir pertandingan UFC 229 Khabib membabi-buta menyerang ofisial Mc.Gregor, dia diberi sanksi tak boleh bertanding dan uang hadiahnya ditahan. Sepertinya itu bakal jadi antiklimaks, konon Khabib sebal, agama, ayah dan negaranya diejek oleh pihak lawan,—Memang pertarungan Mc Gregor dan Khabib, dikemas seperti Opera Sabun. Istilah yang berasal dari iklan sabun yang mengisi drama radio Inggris di era tahun 80-an. Ada kisah dua orang yang berbeda latar belakang dan pandangan hidup, konferensi pers yang sarat intrik, saling serang/hujat, ketika McGregor yang melempar kursi ke bus yang dinaiki Khabib, padahal mestinya kita sadar bahwa apa yang dikatakan Khabib intinya sebuah kebenaran : “beri saya tempat dan lokasi,” maksudnya tentu itu di gelanggang oktagon tempat dia membantai Gregor bukan diluar itu.

Ya, Khabib memang fenomenal, ketika dia memenangkan pertarungannya, Makachkala – Dagestan riuh rendah memanggil namanya “Khabib, Khabib, khabib, ” semuanya mendadak lupa, insomnia dengan perbedaan yang mereka , mungkin kita juga punya : Syiah, Sunni, Salafi,Wahabi atau mungkin Sufi. Sejenak ada kedamaian yang melanda Kaukasia, mungkin itu hiburan para Ahli Dzikir disana, yang kadang termarjinalkan oleh modernisasi dan aristokrasi.

Si Khabib yang mestinya dijuluki Beruang, –karena ia berasal dari Rusia, atau karena dia di usia sembilan tahun sudah berkelahi dengan anak beruang)– dia memilih dijuluki Elang, nama desa tempat dia dibesarkan. Padalah dibanding Rusia , Elang lebih cocok untuk Amerika. Khabib mengingatkan kita pada petinju dari Louisville, Kentucky di Amerika, yang memiliki latar belakang sama dengan dirinya ketika berbicara di Media “Allah memiliki kekuatan atas segala hal, Jika engkau percaya pada-Nya, bahkan George Foreman terlihat seperti bayi.”

Di Amerika ada Muhammad Ali, The Greatest, si mulut besar, setiap mendengar “Ali, Ali, Ali” dia tambah garang selalu menebar perang psikologis dengan kalimat menantang dan kini ada Khabib dari Rusia-musuh politik dan ideologi Amerika saat perang dingin, Khabib si murah senyum, rendah hati, kalem, dingin dan jelas dia jagoan. Khabib, menolak meminum Wiski Proper Twelve yang ditawarkan Mc.Gregor, dia juga berkata lantang, “Besok Insyaallah aku akan membanting Gregor.”…..terbukti bukan hanya membanting, Khabib mencekik Gregor hingga menyerah, lalu mendadak semua demam Khabib.

Sekarang, waktu untuk “Khabib, Khabib, Khabib,…”

Artikel Opini Koran Palopo Pos, Jawa Pos Grup, 17 Oktober 2018, Bernadi SSi.Apt

Ganja Al-Farma


Itu nama apotek saya jika ganja dilegalkan di Indonesia. Eksotis, menarik dan ada unsur mistik. Promosinya berbunyi ; silahkan pembeli yang mau beli obat atau teler, Apotek Ganja Al-Farma buka dua puluh empat jam, menjual obat-obatan dan “ganja medis”, terletak di pusat 14 kota besar di Indonesia,. Pemiliknya dan apotekernya Ki Entut Bernadi, memiliki sertifikat pendistribusian ganja dan melayani konsultasi lewat whatsapp, bisa diantar atau di jemput.

Mimpi ? bukan juga kok, itu hanya khayalan saya tapi tidak buat teman-teman di Lingkar Ganja Nusantara (LGN) yang memiliki sebuah cita-cita luhur. Mereka ingin melegalisasi peredaran ganja di Indonesia. Di websitenya mereka punya visi : Menjadikan pohon ganja sebagai salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kehidupan masyarakat indonesia dan umat manusia umumnya.

Untuk jadi member Rp.250.000 dapat kartu anggota dan paket selamat datang dari LGN (*Isinya mungkin bukan ganja). Keuntungannya : anda bisa konsultasi skripsi, tesis, terapi ganja medis, advokasi kasus masalah ganja, harga khusus merchandise LGN Shop dan kegiatan LGN, dan mendapat laporan berkala kegiatan dan keuangan mereka. Itu yang tertera di lgn.or.id.

Memang ganja sangat menarik dan menjual, bandingkan dengan : seandainya saya buat sebuah gerakan yang namanya Lingkar Daun Singkong Nasional (LDSN), catatan : daun singkong memiliki kandungan vitamin-P atau rutin yang memperkuat pembuluh darah dan ekstraknya bisa untuk tabir surya. Lantas siapa yang mau mendukung saya ? Mungkin hanya Prof Sutarjadi dosen saya, Prof Gemini Alam yang saya rayu untuk like halaman saya, dosen saya Almarhum Pak Tri Windono yang saya kenal. Itu saja saya sudah di debat oleh salah satu Profesor di UB bahwa ekstrak daun singkong yang digunakan untuk tabir surya/=sunscreen, bisa merusak keseimbangan harga daun singkong rebus di Restoran Padang. Lalu yang suka halaman saya itu beberapa teman saya yang gak tega liat saya cuap-cuap, terus beberapa fans saya di medsos: mungkin mereka tak punya pilihan selain like halaman saya. Selain itu siapa lagi ?Nyaris tidak ada yang tetarik.

Pertanyaannya kenapa ? jawabnya bisa jadi Singkong tidak eksotis, menarik dan punya unsur mistik. Bandingkan dengan Caviar yang harganya mahal dan sulit di dapat, Singkong identik dengan tiwul, ubi kayu makanan orang miskin ketika zaman perang, yang melekat sampai sekarang itu nggak keren, meninggalkan kenangan buruk zaman kemiskinan, kolonialisme padahal singkong masih merupakan salah satu sumber karbohidrat juga. Daun Singkong rebus harganya murah, banyak di jumpai di restoran padang sederhana yang sekarang mewah, dijual di pasar tradisional dan dimasak, ditanam di sembarang tempat. Mudah tumbuh dan dibudidayakan di seluruh penjuru Indonesia.

Tapi ganja (bhang : India) Istilah Hashis, yang maksudnya adalah getah dari bunga Cannabis Indica; sejarah telah menghakimi salah satu sekte islam yaitu Kaum Hasyasin, Nizariah, pendukung Dinasti Fatimiyah. Kelompok yang dipimpin oleh Hassan-Al-Sabah. Materi ini disampaikan Silvestre De Sacy di Perancis yang menceritakan Marcopolo dan hubungan antara ganja dan sekte ini–Hasyassin adalah asal kata dari asassin yang artinya teror, mengerikan—yang setelah menghisap Hashis saat ekstase dan euforia, kelompok ini membunuh hingga di sebutlah nama kelompok Hashashin yang oleh lidah “barat” dikenal dengan assassin.

Hasyisyiah ini punya kastil di Alamut, di selatan laut kaspia : benteng perkasa, dalam bahasa persia artinya sangkar elang. Mereka Hasyisyiah, tak punya pasukan tempur tapi memiliki Fedayeen : pasukan bawah tanah, yang bergerak di bawah tanah untuk tujuan politik dengan teror. Dengan cara meletakkan belati di samping ranjang sebagai tanda ancaman, mengirim makan/minuman berisi racun, atau mengutus orang untuk menyamar sekaligus membunuh.

Salah satu Kisah kelompok Hasyisyiah adalah saat Gumusytegin dikepung oleh Shalahuddin, takut pada pengepungan, dia yang menjadi wali seorang emir yang baru berusia 11 tahun itu menulis surat pada Sinan pemimpin Hasyasyin, menjanjikan kekayaan jika ia bisa membunuh Shalahuddin panglima perang Salib.

Sinan memiliki alasan pribadi untuk melenyapkan Shalahuddin—yaitu lawan Dynasti Fatimiyah, calon pemersatu Islam dibawah Dynasti Abbasiyah, sosok yang telah memasukkan kembali nama Khalifah Abbasiyah yang dibenci Sinan ke dalam khotbah jumat.
Sekelompok berjumlah tiga belas orang berhasil masuk ke dalam kemah Shalahuddin tapi berhasil dikenali oleh Khumartegin, perwira yang mengenali kaum Hassyasin.Perwira itu menantang mereka, dia dan beberapa yang lain meninggal, termasuk semua anggota kaum Hassyasyin. “Waspadalah” kata Shalahuddin, kepada keponakannya karena pisau-pisau telah dibagikan dan uang telah dibayarkan kepada Kaum Hassyasyin

Saat pengepungan Aleppo, Shalahuddin memblokade kota saat itu kaum Hassyasyin kembali berniat membunuhnya. Mereka menyamar menjadi pengawal dan menyerang saat ia mengamati pengepungan tersebut. Namun usaha itu berisiko tinggi Shalahuddin mengenakan baju zirah dan helm pada saat itu, dijaga para pengawalnya berada di dekatnya.

Salah satu penyerang berhasil menjatuhkan Shalahuddin ke tanah, sempat melukai pipinya sebelum seorang pengawal berhasil memegang mata pisaunya. Perwira lain membunuh kaum Hassyasyin dengan pisau masih di pegang oleh kedua pria tersebut. Dua dari anggota kaum Hassyasyin jatuh ke tangan perwira lainnya, Anggota keempat lolos namun berhasil di kejar dan dicincang di perkemahan sekitar.

Pada akhir Juli Shalahuddin punya kesempatan untuk menyerang kelompok Hassyasyin di markasnya.
Kaum Hassyasin sudah berada di kawasan Suriah sejak tahun 1130-an, total menguasai delapan benteng, salah satunya adalah Kastil Masyaf—disana benteng pemimpin Hassyasyin, Sinan—yang dibangun diatas puncak benteng berbatu. Sebuah bangunan berbentung oval sepanjang 170 meter, Di dalamnya dapat menampung 400.000 liter cukup untuk menyuplai 1.000 orang selama enam bulan. Namun Shalahuddin sadar, jika ia mengepung akan memakan waktu lama dan mustahil ia bisa memenangkan petarungan itu. Hampir satu minggu ia melakukan pengepungan lalu akhirnya jalan buntu! kedua pihak memulai pembicaraan.

Tidak ada yang tahu kesepakatan apa yang dibuat, yang berakibat kaum Hassyasyin membiatkan Shalahuddin mengalahkan musuhnya mula-mula musuhnya. Dan itu memungkinkan Sinan bebas dan merencanakan kegiatannya dari kastil yang sejak awal memang tak pernah dapat ditaklukkan.

Meskipun lebih banyak yang menentang bahwa kelompok Hassyisyiah / =Hassyasyin yang menggunakan ganja, untuk ekstase, tapi kisah ini terlanjur melegenda, seperti yang di sebutkan diatas eksotis. Padahal julukan Hassyasin ini lebih kepada ejekan, kaum pengguna candu untuk membunuh. Pada hakikatnya dalam islam haram menggunakan minuman keras, juga candu.

Kisah Hasyisyiah diatas justru menunjukkan sejarah dan sejarawan kadang berlebih-lebihan dalam menilai sekte/thariqat dalam islam/= mengalami distorsi. Contoh : ketika Marcopolo datang, ternyata benteng alamut sudah lama di hancurkan oleh bangsa Mongol. Belum lagi definisi,sufi oleh penulis barat yang lebih cenderung ke orang miskin.
Memang pada abad pertama saat itu Khalifah melarang peredaran alkohol, anggur di jazirah Arab dan Afrika Utara, tapi tidak canabis. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa canabis di temukan di banyak tempat.

Secara umun para sufi besar seperti Abu Yazid al-Bisthami dan Al-Ghazali yang menolak penggunaan hashis. Empat Imam Mahzab Maliki, Syafii dan Hambali juga mengharamkan penggunaan Hashis kecuali Mazhab Hanafi yang mengijinkan sedikit tertentu untuk medis. tapi efek peredaran cannabis yang longgar ini menyebabkan penggunaan Hashis meluas dari India hingga ke Maroko.

Kini Cannabis Indica, Meskipun penggunaannya di batasi oleh peraturan PBB dan perundang-undangan. Namun penelitian menggunakan zat ini masih dimungkinkan. Di Amerika Serikat meski FDA tidak setuju tapi ganja medis, atau medical marijuana legal digunakan di sebagai obat di 24 negara bagian di Amerika. Ganja medis : adalah tanaman atau bahan ektrak yang berasal tanaman Canabis Indica, yang digunakan untuk pengobatan. Sama yang digunakan untuk fly.

FDA memang belum menemukan studi klinis ganja untuk menganalisa apakah keuntungan dan risiko penggunakan Ganja. Saat ini hanya ada dua jenis zat yang disetujui FDA yaitu pil mengandung dronabinol atau nabilone, untuk mengobati mual dan meningkatkan nafsu makan. Zat yang terkandung dalam dalam ganja adalah cannabinoids, salah satunya Tetra Hydro Cannabinol (THC), ganja mengandung 100 lebih canabinoids.Saat ini ada dua zat yang dipakai THC dan Canabidiol (CBD) : fungsi THC adalah menaikkan nafsu makan, mengurangi mual, mengurangi nyeri dan inflamasi dan gangguan gerakan otot seperti parkinson.

Tidak seperti THC, CBD tidak membuat orang teler, berfungsi mengurangi nyeri, inflamasi, epilepsi, gangguan mental dan kecanduan. Studi menunjukkan pada penggunaan pada tikus, dapat membunuh sel kanker dan mengurangi ukurannya. Para ilmuwan kini meneliti CBD untuk HIV, Multiple Sclerosis, Inflamasi, nyeri, seizures, epilepsi dan gangguan mental.

Tapi masalahnya bukan itu. Masalahnya adalah kemoterapi kanker, dan kanker itu yang harus dicari obatnya.—itu tugas farmasis.Contoh Penyakit TB saja hingga kini belum ada perkembangan obat signifikan padahal sudah nyaris 70 tahun. Ilustrasinya kita jangan mencari obat penekan batuk mutakhir, tapi carilah obat untuk membunuh kuman TB.

Toh melegalkan ganja untuk medis sama saja anda membuat “Arak Medis”; padahal yang punya efek kan alkoholnya saja. Demikian jika yang dilegalkan adalah ganja, tentu salah karena 100 kandungan cannabinoid harus dipisah. Zat yang merugikan harus dipisahkan. Lalu di teliti zat yang bermanfaat agar bisa dibuat dalam skala besar.Seperti yang ditunjukkan FDA tablet yang mengandung dronabilol atau nabilone legalkan zat yang memiliki aktifitas saja. Karena jika yang di legalkan ganjanya maka bisa saja disalahgunakan.

Terlepas dari kasus Fidelis saat lelaki berusia 6 tahun itu berdalih menanam ganja untuk pengobatan istrinya yang mengidap sphingomyelia atau kisa di sumsum tulang. Tapi dalih itu tidak mempan di mata hakim, ia di vonis delapan bulan penjara.

Momentum ini bukan untuk melegalkan ganja di Indonesia, tapi momen ini sebaiknya untuk meningkatkan penggunaan obat tradisional di Indonesia. Tapi ya itu tadi memang membicarakan daun singkong, tentu tidak menarik bagi rekan-rekan wartawan, media yang mencari pembaca untuk meledakkan tajuk utama.

Tidak seperti Singkong, Ganja memang eksotis, menarik dan mistik.

Wallahualam

Foto : Benteng Masyaf, markas Hasyisyiah. Sumber foto : wiki commonds

Tribune Metanol


Tanggal 5 Februari tahun 2016 potongan reportase Mallika Kapur di CNN, ia berkata : “21 juta tampilan setelah 4 hari diluncurkan dan nomer 1 di iTunes India.” Lalu sebuah video musik memperlihatkan pinggiran kota Mumbai dan Kolkata diikuti nada yang harmonis suara vokal Chris Martin, sebagian penikmat lagu itu merasa kecewa dengan video klip yang menampilkan anak-anak India, mencerminkan kemiskinan, warna terang-benderang sekaligus muram, sudut kota daerah kumuh yang menurut pemirsa sebagian sudah tidak seperti dulu.

Sonam Kapoor artis dalam video tersebut-selain Beyonce-diwawancara oleh Mallika, ia berkata “……ada yang suka dengan video klip itu ada juga yang membenci, tapi mereka menampilkan apa yang ada di India.” Kelompok yang tak suka-bangsa mereka ditampilkan dalam kondisi miris-berpendapat video klip tersebut menampilkan klise dan stereotip masyarakat India.

Ditentang-Coldplay-cuitnya menyatakan “Terimakasih kepada penduduk di India yang membuat kami berkesan dan merasa dicintai.”
Mallika sedang menceritakan latar belakang video klip Coldplay yang berjudul Hymne for the Weekend.

Lantas kenapa masyarakat India perlu tersinggung ? mungkin masalah mereka bukan sekedar yang ditampilkan dalam tiga menit lagu tersebut.

Dulu Achilles, dalam Mitologi Yunani salah seorang prajurit Arya terbesar membantai tentara Troya satu demi satu, tulis Homer tentang aristeia (amuk kemenangan) :

Tatkala api keji melayap marah ke sudut-sudut terdalam
Tumpukan kayu kering dan membakar inti kayu
Dan angin kencang melecut nyala lidah api, begitu pulalah Achilleus
Menyapu kemana-mana dengan tombaknya, seperti bukan manusia fana.

Setiap kali mereka menyerang, para prajurit Arya tak terkecuali Yunani dan Troya mereka melakukan ritual menenggak minuman keras memabukkan yang diperas dari batang tanaman suci Soma.

Perang dan pedang : minuman itu memenuhi mereka dengan suka cita liar, persis seperti Trito sebelum mengejar ular, sehingga mereka merasa menyatu dengan pahlawan mereka. Trito menyiratkan mitos bahwa semua ternak adalah milik bangsa Arya, bahwa orang lain tidak berhak atas sumber daya tersebut.

Diantara tentara itu ada Achilles prajurit paling tampan di Yunani, ia dibesarkan oleh Ibunya Thetis, ia ingin Achilles tidak mati alias abadi, lalu menurut legenda tubuhnya direndam dalam sungai Styx, tetapi ketika ia direndam lututnya di pegang oleh ibunya sehingga itu menjadi bagian terlemah yang ada di tubuhnya.

Ketika perang Troya telah berlangsung sembilan tahun-tulis Homer-Achilles telah memimpin berbagai jenis peperangan. Dia tak pernah kalah, membunuh para jagoan Troya, teriakan para prajurit Yunani yang membumbung dilangit menyebut namanya Achilles! Achilles! membuatnya semakin haus darah, tombak di tangan kanan, meloncat, menusuk dan berteriak nyaris tak mengenal lelah dan kalah. Achilles memimpin penyerangan dan kemenangan di setiap pertempuran.Tapi perang itu sebenarnya baru mulai.

Agamemnon pemimpin tentara Achaean menahan seorang wanita Troya bernama Chryseis, Ayahnya seorang pendeta dewa Apollo berusaha membayar untuk kebebasan anaknya tapi Agamemnon menolak tawaran tersebut.

Mengetahui hal itu Apollo pun murka, ia menghukum tentara Yunani dengan menurunkan penyakit pes. Tak lama kemudian satu persatu tentara yang dijangkiti wabah tewas. Mengetahui hal itu Agamemnon sadar dan akhirnya setuju untuk melepaskan Chryseis kembali kepada Ayahnya, meski demikian dia memberikan syarat konyol sebagai pengganti wanita itu, yaitu tahanan wanita yang menjadi milik Achilles, dia adalah anak raja Troya yang bernama Briseis yang ia tangkap di kuil Dewa Apollo.

Achilles yang merasa memiliki Briseis merasa kecewa dan marah, ia menolak untuk berangkat bertempur, mengumpulkan barang termasuk baju besi dan bertahan di dalam tendanya.
Lalu angin berpindah arah, kemenangan berada di pihak Troya kini Pasukan Yunani kehilangan kesatria panutan yang selama ini memberi kemenangan. Lalu ada seorang pria bernama Patroclus, teman Achilles yang diijinkan untuk menggunakan senjatanya, mungkin idenya brilian karena ia berencana bertempur menggunakan seragam milik Achilles, tentara Yunani kembali bersemangat mendengar dan melihat Achilles turun ke medan laga. Mereka kembali bersemangat dan memukul mundur pasukan Troya, diantara kekalutan itu muncul Hector, seorang Pangeran Troya yang dibantu Apollo untuk menemukan dan membunuh Patroclus. Hector terlalu berani dan ia salah mengira ketika mengetahui bahwa lawannya sangat mudah dikalahkan.

Patroclus yang secara klandestin menggunakan seragam dan senjata milik tuannya, tak setangguh Achilles ia hanya mampu menandingi beberapa jurus, tangkisan, sedikit sabetan lalu sebuah tusukan membuatnya tersungkur membuat para prajurit terhenyak menyaksikan Achilles tewas di tangan Hector, kenyataannya ketika helm dibuka yang dibunuh oleh Hector adalah Patroclus yang menggunakan seragam dan pedang milik Achilles.

“Aku tertipu….” Mungkin Hector bergidik merasa kecut kelak ia akan dibalas jika saatnya tiba, ia meninggalkan pertempuran yang sangat mudah itu.

Achilles mengetahui Patroclus mati bangkit untuk membalas kematiannya. Dia mengejar Hector yang kembali ke Troya, membunuh tentara Troya sampai akhirnya ia tiba di dinding kota di depan tembok kota Troya, Hector mencoba menjelaskan bahwa ia mengira bahwa itu Achilles, tapi Achilles tidak tertarik, mereka bertarung layaknya dua kesatria, meski akhirnya kemenangan ada di pihak Achilles.

Amarahnya ia lampiaskan ketika ia menusuk hector di tenggorokannya. Sebelumnya Hector minta ia dikubur terhormat tapi Achilles menolaknya, Achilles menarik tubuh Hector, membuatnya malu tak ingin dikubur secara terhormat. Ia mengikat mayat hector dan menariknya di belakang kereta kudanya. Namun akhirnya ia mengembalikan tubuh Hector kepada Ayahnya. Meski akhirnya kemenangan itu relatif tak pernah dilihat Achilles, karena ia tewas dipanah oleh Paris yang menculik Helena sewaktu perang melawan Troya mencapai puncaknya.Achilles tewas dipanah di lututnya…tempat kelemahannya.

Bagi mereka prajurit dua bangsa itu, mabuk, perang, pedang, Trito dan mitos ular itu membuat pengecut berubah menjadi pemberani, petani menjadi kesatria, dan pecundang menjadi pemimpin. Mereka menenggak minuman Soma yang mengandung alkohol untuk menjajah dan melegitimasi untuk menyerang/merampok bangsa lain.

Tapi kini korban minuman keras jatuh bukan karena perang dan pedang : alkisah di India minuman keras dijual bebas namun daya beli masyarakat rendah. Tidak semua masyarakat kelas menengah bawah mampu membeli minuman keras resmi yang aman. Akibatnya mereka membeli miras oplosan yang harganya lebih murah :

Tahun 2011 167 orang di Bengal Barat,
Tahun 2012 29 orang di Odisha, 28 orang di Cuttack, di bubaneshwar. Tahun 2013 39 orang di Azamgarh. Tahun 2015 15 orang di Bengal Barat, 90 orang di Mumbai.
Tahun 2016 16 orang di Gopalganj, Bihar.

Semua tewas karena keracunan minuman keras yang harganya murah, dicampur metanol yang dikemas jadi miras oplosan.

Parahnya di Indonesia pertengahan April 2018 di Bandung seorang pria ditangkap, ia membuat minuman keras oplosan yang mengandung metanol. Harganya murah, rasanya mirip minuman mahal dan sama-sama memabukkan, sayangnya pemabuk tak bisa membedakan mana mabuk atau keracunan! Tiga hari dibutuhkan agar metanol itu bereaksi, akhirnya ketika penglihatan buram, nafas sesak dan mulut berbusa para korban keracunan metanol itu mendatangi rumah sakit.

Puluhan kasus bertumpuk di Bandung, Sukabumi, Semarang dan Surabaya. Seperti hipertensi, ini hanya puncak gunung es yang dibawahnya bisa lebih parah.

Memang secara kimia alkohol tidak penting! Ia tak ada dalam data para alkemis yang mencari larutan absolut yang bahkan wadahnya sendiri tidak mampu menampungnya. Aqua Regia : kandungannya 1:3 Asam Nitrat dan Asam Sulfat cairan dapat melarutkan emas. “Alkohol tidak ada apa-apanya.” Tidak bisa melarutkan wadahnya apalagi seluruh alam semesta seperti impian para alkemis yang mungkin terlalu banyak menilai larutan.

Semestinya metanol dalam miras oplosan menjadi parameter bahwa mabuk sudah jadi penyakit masyarakat, celakanya itu masyarakat kelas bawah, terpinggirkan tak mampu membeli miras mahal. Hampir sama dengan di India kasus miras oplosan yang harganya murah ini mungkin akan semakin marak di masa datang.

Masyarakat dengan mudah dan murah dibanjiri miras oplosan mengandung metanol, toh alkohol industri mudah didapat, spiritus yang bisa dicampur juga telah memakan korban. Jika seluruh elemen masyarakat dan aparat tidak bergerak bersama menjadi benteng terakhir anak bangsa dalam memerangi miras, mungkin masalah ini akan muncul lagi dimasa yang akan datang.

Lalu….Tanggal 20 April 2018, DJ.Avicii di usia 28 Tahun ia mengidap pankreatitis yang disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol, siang itu di Muskat, Oman, Avicii yang lahir dengan nama Tim Bergling meninggal dunia.

Avicii adalah produser lagu Hymne for The Weekend yang dibawakan oleh Coldplay. Video klip yang bermasalah itu yang dibenci sebagian masyarakat India. Sepertinya wajar masyarakat disana protes karena Martin terdengar sedang “menyinyiri” masyarakat India yang keracunan minuman keras oplosan/=metanol, …..Got me feeling drunk and high!! katanya.

Di India korban miras oplosan metanol berjatuhan dan di Indonesia kita baru mulai, untuk belajar : semoga kemiskinan dan kebodohan tidak membuat produsen dan korban miras oplosan bertambah banyak.

Wallahualam

Foto : @Pixabay

Isra Mikraj-Dua Sisi


Saat itu tahun 600, Kondisi Mekkah tak lebih adalah kota kecil di tengah gurun, yang diapit dua buah gunung. Sebagian penduduknya telah mengenal monoteisme, Akidah yang dibawa oleh Ibrahim a.s. Tapi dalam beberapa riwayat para kafir quraisy itu mencampur-aduk ajaran mereka. Menyembah patung, yang mereka beri nama dan makanan. Paganisme, takhayul, khurofat, merajalela saat itu. Minuman keras, perzinahan, syair pornografi merebak di kota kecil itu.

Tapi paling parah : mereka membunuh anak mereka sendiri jika terlahir wanita. Tak ada satu hewan pun, tak ada satu kebudayaan di muka bumi yang malu jika memiliki anak perempuan selain kaum barbar di tengah gurun gersang itu. Sungguh mencekam dan tak ada aturan disana.

Diantara orang-orang itu Allah SWT mengutus seorang Nabi yang buta huruf, memiliki akhlak yang baik, yang dijuluki Al-Amin : yang dapat dipercaya. Ia seorang nabi yang terakhir yang membawa ajaran Kitab Al-Quran, kitab yang di wahyukan Allah SWT.

Hari itu Abu Jahal Diikuti oleh sekelompok orang yang penasaran, muslim, kafir, tua, muda, yang ingin menanyakan suatu hal yang penting. Tadi ia berjumpa Muhammad dan mendengar ceritanya bahwa tadi malam melakukan perjalanan dari Mekkah ke Baitul Maqdis lalu naik ke langit untuk mendapatkan perintah sholat. “Ini saatnya aku mempromosikan kobodohan dan kesesatan pengikutnya.” Itu kesimpulan yang ada di benak Abu Jahal. Dia lalu berdiri di bukit Abu Qubais, tempat pengumuman penting disampaikan di kota Makkah : memanggil-manggil orang di sekitar sana, menceritakan apa yang ia dengar dari Muhammad. “Betulkah demikian kejadiannya ?” Tanya Abu Jahal pada Muhammad. “Benar demikian.”

Orang-orang yang mendengar kisah itu terhenyak, ragu dan bingung benarkah apa yang dikatakan pria itu, saat itu otak mereka tidak mampu menerima.

Saat itu Isra Mikraj, adalah satu kejadian metafisika sangat sulit di terima oleh otak sampai akal manusia. Semua orang bertanya dan ragu bahkan beberapa orang-orang terdekat yang saat itu baru masuk islam. Seorang pria yang ada di tengah gurun, buta huruf, diperangi oleh kaumnya sendiri mengatakan ia bisa sampai dalam waktu tiga jam ke Palestina, lalu pulang ke Mekkah dalam waktu tiga jam adalah ujian bagi akal manusia. Saat itu belum ada ahli filsafat islam yang bisa menjelaskan logika, atau Al-Ghazali yang berdiri di belakang para teolog islam untuk menyerang ahli filsafat.

Saat itu belum ada Ilmu yang bisa menjelaskan bahwa tak ada sesuatu yang dapat dihubungkan langsung dengan sesuatu melalui getaran, melainkan yang mempunyai frekuensi yang sama. Saat itu belum ada analogi tentang radio yang tak bisa berhubungan dengan pemancar radio meskipun dekat tanpa frekuensi yang sama.

Tapi masih ada satu orang lagi yang perlu di tanyakan “Bagaimana jika bertanya kepada Abu bakar?” Celetuk seseorang saat itu pria yang dimaksud sedang tidak berada di Kota. Abu Jahal mengunjungi rumah Abu Bakar, setelah berjumpa ia menceritakan ulang apa yang disampaikan sebelumnya. Ia mungkin berharap Abu Bakar tidak percaya bualan sahabatnya itu.

“Apakah kau percaya dengan apa yang disampaikan Muhammad ?” Ia menjelaskan peristiwa Isra dan Mikraj kepada pria di hadapannya. Abu Bakar r.a menolak untuk tidak percaya, langsung membenarkan, “Sungguh apa yang dikatakannya itu benar. Dan aku akan membenarkannya pula jika ia mengatakan lebih dari itu.” (H.R Al Hakim dalam Al Mustadrak). Ucapan itu adalah pengakuan, penegasan, seperti petir di siang bolong, semua yang tadi ragu kembali mendapat energi positif untuk mempercayai ucapan Rasulullah S.A.W.

Isra Mikraj ketika itu Rasulullah bersama malaikat Jibril diberikan Allah SWT Bouraq, Kilat yang memiliki kecepatan dan frekuensi tak terhingga. Inilah yang disebut channel/frekuensi yang ditanamkan di hati Rasulullah. Hal ini pasti hanya ada di dada/arwah Rasulullah SAW karena disitu frekuensi tak terhingga diturunkan untuk Beliau dan untuk umat yang tahqiq padanya, yaitu mukmin sejati yang rohnya telah bergabung dengan roh Rasulullah. Hal ini sesuai dengan Al-Hadist.

“Adakanlah!(jadikanlah!) dirimu itu beserta Allah, jika engkau belum bisa menjadikan dirimu beserta Allah, maka adakanlah (jadikanlah!) beserta orang-orang yang beserta Allah, maka sesungguhnya (orang itulah) yang menghubungkan engkau kepada Allah (Yaitu Rohaninya)” (H.R. Abu Dawud).

Nabi Muhammad sebagai Bani Adam, termasuk Jin dan Malaikat tidak akan mampu sampai dalam munajat ke Hadirat Allah SWT sebelum diberikan suatu faktor yang tidak terhingga kapasitasnya atau sebelum ia mendapatkan suatu Wasilah yang tak terhingga kapasitasnya itu seperti yang dikiaskan sebagai Al-Bouraq. Hal ini dikuatkan dalam surat Al-Maidah ayat 35 yang Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, carilah wasilah dan bersungguh-sungguhlah di atasnya niscaya engkau mendapat kemenangan!” Dari ayat tersebut ditunjukkan bahwa setelah kita beriman, kita harus mencari wasilah itu. Karena tidak ada seorang-pun yang dapat sampai ke hadirat Allah SWT tanpa diberikan wasilah dulu padanya, yaitu suatu faktor yang tidak terhingga kapasistas dan frekuensinya karena untuk menjangkau kepada Allah yang Maha Tinggi dan tidak terhingga pula jauhnya wajib diperlukan alat yang tak terhingga pula kapasitasnya.

Jika peristiwa Isra Mikraj dulu itu benar, maka kebenaran itu harusnya sangat mudah dibuktikan sekarang. Nabi Muhammad SAW memakai faktor tak terhingga tersebut di dalam munajatnya ke hadirat Allah SWT, alat itu harus serupa, tak boleh bertukar-tukar seperti yang dianugerahkan Allah pada Rasulullah SAW, kalau tidak serupa tentu tidak akan terjamin kita mendapatkan keselamatan yang dijanjikan Allah SWT.

Dulu, pembangkang paling keras Isra Mikraj adalah seorang pria bernama Amr Bin Hisyam, Abul Hakam, mendapat julukan Abu Jahal,bapak kebodohan! Ia dijuluki demikian karena tahu dan mengerti kebenaran tapi menolak keras kebenaran itu. Pada malam hari ia kedapatan sembunyi-sembunyi mendengar pembacaan Al-Quran di dekat rumah Nabi Muhammad S.A.W. Toh dalam hatinya ia mengakui kalimat-kalimat itu adalah wahyu, tapi ia merasa tidak mau tau, gengsi,lalu memobilisasi massa untuk membenci Nabi, padahal ia sok tahu dan ingkar.

Hingga akhirnya pada 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim bertempur melawan pasukan Quraisy dari Mekkah. Perang Badar, Abu jahal terengah-engah dikepung oleh kaum muslimin, ia pingsan dan terjatuh di medan laga. Ketika perang usai, Muadz yang masih hidup melaporkan kepada Nabi Muhammad, ia berkata
“Saya dan Muawwiz berhasil membuat Abu Jahal cedera, tapi ia masih hidup karena kami diserang oleh Ikrimah dan pasukannya.” Ia menjelaskan posisi Abu Jahal saat itu. Nabi menjawab.

“Siapa yang mau memperlihatkan kepada kami apa yang diperbuat Abu Jahal ?” Abdullah bin Ibnu Masud membawa pedang segera bergegas pergi, ditengah medan perang ia menemukan Abu Jahal tergolek lemah.

Ibnu Masud datang mendekat, ia meyakinkan diri, memastikan itu pria yang dicari lalu menarik janggut Abu Jahal-nyaris mencekik mati pria itu-ia berkata “Wahai musuh Allah dan musuh Rasulnya, pada hari ini Allah menghinakanmu.” Tangannya mungkin bergetar menahan amarah,menggenggam erat pedangnya.

Pria itu masih bisa menjawab “Dengan apa Allah menghinakan aku, apakah aku mati di tanganmu ?” Sombong timbul dalam hati Abu Jahal padahal ia tak bisa bergerak, kelelahan, terluka dan sekarat di depan Kesatria Muslim itu. Abdullah mengangkat pedangnya siap menebas, memenggal kepala manusia itu tapi sebelum pedang itu menebas kepalanya Abu Jahal bertanya :
“Beritahu dulu pihak mana memenangi pertempuran ini dan milik siapa kemenangan hari ini ?”
Abdullah menjelaskan “Pasukan Quraisy kalah, kemenangan itu milik Allah dan Rasulnya.”

“Kau bohong, penggembala kambing.” Sahut Abu Jahal, tapi ia tak mampu berkata apa-apa lagi.

Suara denting pedang terdengar beberapa detik di telinganya. Di depannya ia masih bisa melihat wajah seorang pria bernama Abdullah ibn Masud menebas kepala nya sendiri. Kepalanya lepas dari lehernya, tubuhnya terjungkal tak bernyawa, diatas hamparan pasir dingin, bau amis darahnya sendiri, ia tewas di Madinah dan dikecam dengan julukan firaun zaman itu karena begitu kerasnya memusuhi Nabi Muhammad S.A.W.

Sementara itu Sayyidina Abu Bakar r.a, dengan keimanannya, membalikkan keadaan dan menyerang pemikiran kaum pembenci, kelompok oposisi bahwa ada hal yang bersifat metafisika yang disampaikan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Ia membela Nabi, dengan sikapnya menunjukkan bahwa Isra Mikraj bukan kisah omong kosong. “Itu benar. Bahkan jika lebih dahyat lagi…” Abu Bakar tetap percaya, karena ia beriman, paham dan bisa merasa apa yang dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sikap dan pengakuan Abu Bakar itulah yang menyebabkan ia dijuluki As-Siddiq, seseorang yang membenarkan perkataan Nabi. Gelar itu diberikan Allah melalui lisan Nabi Muhammad SAW.

Penghargaan luar biasa juga disampaikan oleh Nabi : “Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh umat, maka akan lebih berat keimanan Abu Bakar.”Bahkan beliau pernah memuji keislaman Abu Bakar r.a “Tiada aku mengajak seseorang masuk Islam, tanpa adanya hambatan, keraguan, tanpa mengemukakan pandangan dan alasan hanya Abu Bakarlah . Ketika aku menyampaikan ajakan tersebut, ia langsung menerima tanpa ragu sedikitpun.”

Sudah 1400 tahun yang lalu kisah itu, kini dua sisi itu sampai di hadapan kita, antara kebodohan-ingkar dan kebenaran-iman yang selalu bertolak belakang. Tantangan Allah SWT pada orang beriman-bukan orang kafir- untuk mencari Wasilah itu masih terbuka, untuk diuji dan dan diriset…

Wallahualam.

Salam : Bernadi Zdegree

Baca dulu Nih! Tips Beli Obat di Apotek


1.Cari tuh makhluk manis ciptaan Tuhan yang bergelar Apoteker, Makhluk ini mengenakan jas warna krem/=kuning gading dan memiliki tanda pengenal. Nah kalau kamu pada mau beli obat, cari nih orang. Di setiap apotek apotekernya harus hadir untuk memberikan pelayanan. Kalau elu tanya mbak-mbak yang jaga apotek dia bukan apoteker : ya udah tinggalin aja tuh apoteker sesat dan nggak propesional. Inget kalau ada masalah dengan penggunaan obat, dosis, cara pakai nggak ada yang bakal mau tanggung jawab menjelaskan cara pakai obat elo.

2.Tau nama obat yang mau dibeli
Iya masak nanya sama apotekernya gak jelas, “Anu kak yang bungkusnya hijau, dan mereknya apa ya ?” Duh gue kasih tau ya obat itu banyak banget jenisnya dan elo tuh kalau mau beli obat ya googling dulu kek, tanya yang jelas dengan yang nitip atau bawa kemasan lama obat elu. Tar dikasih salah, gak dikasih ngomel di medsos.

3.Jangan beli obat keras nggak pake resep, terus maksa!
Obat tertentu kayak psikotropik dan narkotika, prekursor memerlukan resep dari dokter jadi kalau kamu beli dengan langsung sumpah gak bakal dikasih. Dan itu berlaku ke seluruh apotek ya.

4.Jangan tanya sebab penyakit.
“Kak, kepalaku pusing, kenapa ya ? obatnya apa ya ?” Loh emangnya gue dokter. Periksakan diri ke dokter dulu, gue takut-takutin lu ye “Kalau sakit kepala itu kemungkinannya banyak, bisa kolesterol, hipertensi, typhoid, demam berdarah.” Terus elu nanya sama kita di apotek “Emang gue dukun bisa nebak penyakit kamu?” ke dokter dulu udah tau penyakitnya barulah ke apotek beli obat pake resep dokter. Kalau mau tanya penyakit sama kita ya nggak cocok. Tapi misalkan elo mau beli obat “Kak obat sakit kepala ada ?” Oh ada, banyak jenisnya dan kamu bebas memilih,

5.Pakai pakaian yang sopan.
Jangan pake pakaian yang lusuh, apalagi nggak pake baju. Elu tuh ketemu banyak orang di apotek. Mereka bisa risih liat kamu yang norak itu dateng. Kalau elu nggak pakai pakaian yang sopan elu bakal diusir deh. Kemarin ada orang gila ke apotek, doi cuman pake celana doang nggak pake baju. Dia bukannya mau beli obat malah joget depan apotek. Sukses gue usir!

6.Tanyakan cara minum/pakai obat.
Elu tau nggak sih, kalau gue pernah nemuin tuh pasien nelen Suppositoria yang kudu dimasukin ke pantat, gara-garanya dia sok tau aja main langsung kabur dari apotek. Woi, dengerin dulu penjelasan apoteker jangan sok tau ya. Obat tuh ada yang di semprot, dihirup, dihisap, diemut, ditelen, dioles, dipencet, dimasukin di anus, ditetesin di mata, telinga hidung, pokoknya banyak deh. Nah tugas gue sebagai apoteker itu menjelaskan ke elu yang beli obat supaya elu tuh nggak salah pake obat dan efeknya gak sembuh-sembuh.

7.Jangan Malu nanya harga
Iya, elu tau nggak sih kalau harga obat itu bisa ditanyakan dan elu nggak wajib beli. Tanya dulu baru beli udah kewajiban apoteker untuk menyampaikan kepada siapa saja yang mau beli obat. Kalau mahal ya silahkan konsultasi ke dokter minta ganti yang murah, ada obat generik atau generik bermerk yang bisa diminum dengan indikasi yang sama.
8.Bawa uang kecil
Kalau di supermaket okelah, nggak papa. Tapi kalau di apotek plis deh. Elu tuh mempersulit kita dan pasien lain. Jadinya lama memperlambat transaksi dan pasien lain pada ngomel tau nggak sih. Inget ini yang antre orang sakit, bukan calon penonton bioskop yang mau hepi-hepi sama pasangan elu di dalam bioskop.

9.Kalau ada kembalian nggak usah diminta Jreng!
Ikhlasin aja buat apotekernya mereka orang baik, senengnya berbuat baik, jujur dan rendah hati.. Dah ikhlasin aja tuh kembalian dua puluh ribu siapa tahu dengan begitu kamu nanti bisa jadi apoteker, punya istri apoteker atau anakmu jadi calon apoteker. Lagipula sekolah apoteker itu mahal dan berat sis, elu kembalian dua ribu perak aja nungguin serius banget kayak dua ribu perak itu bisa dipake beli kuota 100GB. Dasar pelit.